Saat ini obat dan vitamin menjadi suatu kebutuhan bagi banyak masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dan tidak sedikit masyarakat menyimpan obat-obatan penting di rumah. Bentuk vitamin dan obat sangatlah beragam, paling banyak yang ditemui di rumah-rumah adalah bentuk tablet, kapsul maupun sirup. Selain cara penyimpanan obat bentuk tablet atau kapsul yang mudah, cara konsumsinya pun juga mudah yaitu hanya membutuhkan air untuk menelan obatnya.
Minum obat menggunakan air putih merupakan hal yang umum dan paling disarankan oleh apoteker atau pun tenaga kesehatan lain. Hal tersebut dikarenakan air tidak berinteraksi dan mempengaruhi kerja obat. Sehingga obat dapat diserap dan bekerja di dalam tubuh dengan optimal. Namun sering muncul pertanyaan, bagaimana kalau obat diminum selain menggunakan air putih? Alasan yang melatar belakangi pertanyaan tersebut salah satunya adalah air putih tidak bisa menutupi rasa atau aroma obat yang dikonsumsi. Bahkan masih sering ditemui masyarakat yang biasa minum obat menggunakan teh. Apakah kebiasaan tersebut baik dan aman dilakukan?
Interaksi obat ini dapat terjadi antara obat dengan obat maupun obat dengan makanan/ minuman. Beberapa interaksi menghasilkan efek yang menguntungkan dan beberapa lainnya dapat menghasilkan efek merugikan. Dengan demikian minuman yang dipilih untuk minum obat harus diperhatikan.
Teh merupakan minuman yang populer di Indonesia bahkan di dunia. Teh terbuat dari daun tanaman dengan nama latin Camellia sinensis mempunyai berbagai macam manfaat. Teh hijau mempunyai kandungan senyawa catechin yang mempunyai efek antioksidan. Senyawa tersebut mempengaruhi kerja obat jika teh hijau dikonsumsi dengan jumlah banyak. Obat-obat yang terpengaruh senyawa ini antara lain simvastatin, nadolol, digoxin dan tacrolimus.
Selain teh, beberapa obat juga dapat berinteraksi dengan susu. Obat yang berinteraksi dengan susu atau olahannya adalah suplemen zat besi, antibiotic tetrasiklin, doksisiklin dan ciprofloxacin karena dapat menghambat penyerapan obat kedalam darah, sehingga dapat menurunkan efektivitas pengobatan. Namun terdapat juga obat yang disarankan untuk dikonsumsi bersamaan dengan susu, yaitu griseofulvin (salah satu obat jamur) karena obat tersebut akan mudah diserap tubuh jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman yang mengandung tinggi lemak.