Menjaga Kesehatan Lansia; Tips Agar Tetap Sehat, Aktif dan Mandiri di Usia Senja
Edukasi Kesehatan

Menjaga Kesehatan Lansia; Tips Agar Tetap Sehat, Aktif dan Mandiri di Usia Senja

A

Azla Maharani Putri, A.Md

26 Oktober 2026

👁 2 dibaca
       Memasuki usia lanjut merupakan bagian alami dari proses kehidupan. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, mulai dari berkurangnya kekuatan otot, perubahan kemampuan penglihatan dan pendengaran, hingga meningkatnya risiko penyakit kronis. Meskipun demikian, bertambahnya usia bukan berarti seseorang tidak dapat menjalani kehidupan yang sehat, aktif, dan bahagia. Dengan pola hidup yang baik, pemeriksaan kesehatan rutin, dukungan keluarga, serta perawatan yang tepat, lansia tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri sesuai kemampuannya. Lalu, bagaimana cara menjaga kesehatan lansia agar tetap sehat dan memiliki kualitas hidup yang baik? Simak panduan berikut ini.

1. Mengenal Lansia dan Perubahan yang Terjadi
     Lansia atau lanjut usia adalah kelompok usia yang umumnya mencakup seseorang berusia 60 tahun ke atas di Indonesia.
Pada tahap ini, tubuh mengalami perubahan secara bertahap. Beberapa perubahan yang umum terjadi meliputi:
- Kekuatan otot berkurang, sehingga aktivitas tertentu terasa lebih berat.
- Keseimbangan tubuh menurun, sehingga risiko jatuh dapat meningkat.
- Penglihatan dan pendengaran berubah, yang dapat memengaruhi komunikasi dan aktivitas.
- Pola tidur berubah, misalnya lebih mudah terbangun pada malam hari.
- Daya tahan tubuh berubah, sehingga lansia perlu lebih memperhatikan pencegahan penyakit.
- Fungsi ingatan dapat berubah, meskipun penurunan daya ingat yang mengganggu aktivitas sehari-hari perlu diperiksa.

Perubahan tersebut tidak selalu dialami dengan tingkat yang sama oleh setiap orang. Banyak lansia tetap mampu hidup aktif dan mandiri apabila kesehatannya terjaga.

2. Penyakit yang Sering Dialami Lansia
     Seiring bertambahnya usia, risiko beberapa penyakit meningkat. Namun, penyakit tersebut bukan sesuatu yang harus dianggap wajar dan dibiarkan tanpa penanganan.
- Hipertensi
    Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara menetap. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.
Cara menjaga tekanan darah:
- Periksa tekanan darah secara berkala.
- Batasi konsumsi garam.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang.
- Lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.
- Minum obat sesuai anjuran dokter.

- Diabetes melitus
   Diabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah meningkat akibat gangguan produksi atau kerja insulin.
Pada lansia, diabetes perlu dikelola dengan baik untuk mengurangi risiko gangguan penglihatan, ginjal, saraf, dan luka yang sulit sembuh. Lakukan pemeriksaan gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan dan jangan mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

- Penyakit jantung dan stroke
   Penyakit jantung dan stroke dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, bahkan kecacatan. Waspadai nyeri dada, sesak napas mendadak, wajah mencong, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, atau gangguan bicara yang muncul tiba-tiba. 

- Osteoporosis dan nyeri sendi
   Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi rapuh dan lebih mudah patah. Sementara itu, gangguan sendi dapat menyebabkan nyeri serta keterbatasan gerak. Pencegahan dapat dilakukan dengan aktivitas fisik yang sesuai, asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, serta pemeriksaan apabila muncul nyeri atau gangguan gerak.

- Gangguan daya ingat
   Lupa sesekali dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, apabila lansia sering tersesat di tempat yang familiar, kesulitan melakukan aktivitas yang sebelumnya dikuasai, atau mengalami perubahan perilaku yang nyata, sebaiknya dilakukan pemeriksaan. Gangguan daya ingat tidak selalu berarti demensia. Beberapa penyebab lain juga perlu dipertimbangkan dan dinilai oleh tenaga kesehatan.

3. Pentingnya Pola Makan Bergizi bagi Lansia
    Nutrisi berperan penting dalam menjaga kekuatan tubuh, fungsi otot, daya tahan tubuh, dan proses pemulihan dari penyakit. Berikut beberapa panduan pola makan bagi lansia:
- Konsumsi makanan beragam dan bergizi seimbang
    Usahakan menu harian mencakup sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, dan lemak sehat dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.
- Cukupi kebutuhan protein
   Protein membantu mempertahankan massa dan kekuatan otot. Sumber protein antara lain ikan, telur, ayam, tahu, tempe, susu, dan kacang-kacangan.
- Perbanyak sayur dan buah
   Sayuran dan buah menyediakan vitamin, mineral, serta serat yang membantu menjaga kesehatan tubuh dan pencernaan.
- Batasi garam, gula, dan lemak jenuh
   Pembatasan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, terutama pada lansia yang memiliki hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung.
- Cukupi kebutuhan cairan
   Lansia dapat kurang menyadari rasa haus. Biasakan minum secara teratur, kecuali jika dokter memberikan pembatasan cairan karena kondisi tertentu, misalnya gagal jantung atau penyakit ginjal.
- Perhatikan kemampuan mengunyah dan menelan
  Jika lansia mengalami kesulitan mengunyah, gunakan tekstur makanan yang sesuai. Kesulitan menelan yang baru muncul atau sering tersedak perlu diperiksakan.

4. Tetap Aktif dengan Aktivitas Fisik yang Aman
     Aktivitas fisik membantu menjaga kekuatan otot, keseimbangan, kesehatan jantung, serta kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari. Lansia dapat memilih aktivitas sesuai kondisi dan kemampuan, seperti:
- Berjalan kaki di lingkungan yang aman.
- Melakukan senam lansia.
- Berlatih duduk dan berdiri dengan pendampingan jika diperlukan.
- Melakukan peregangan ringan.
- Melatih keseimbangan dengan pengawasan yang sesuai.
* Melakukan pekerjaan rumah ringan.

Mulailah secara bertahap dan tingkatkan aktivitas sesuai toleransi tubuh. Gunakan alas kaki yang nyaman dan hindari permukaan licin.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

0/5000

Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.