1. Mengenal Lansia dan Perubahan yang Terjadi
Lansia atau lanjut usia adalah kelompok usia yang umumnya mencakup seseorang berusia 60 tahun ke atas di Indonesia.
Pada tahap ini, tubuh mengalami perubahan secara bertahap. Beberapa perubahan yang umum terjadi meliputi:
- Kekuatan otot berkurang, sehingga aktivitas tertentu terasa lebih berat.
- Keseimbangan tubuh menurun, sehingga risiko jatuh dapat meningkat.
- Penglihatan dan pendengaran berubah, yang dapat memengaruhi komunikasi dan aktivitas.
- Pola tidur berubah, misalnya lebih mudah terbangun pada malam hari.
- Daya tahan tubuh berubah, sehingga lansia perlu lebih memperhatikan pencegahan penyakit.
- Fungsi ingatan dapat berubah, meskipun penurunan daya ingat yang mengganggu aktivitas sehari-hari perlu diperiksa.
Perubahan tersebut tidak selalu dialami dengan tingkat yang sama oleh setiap orang. Banyak lansia tetap mampu hidup aktif dan mandiri apabila kesehatannya terjaga.
2. Penyakit yang Sering Dialami Lansia
Seiring bertambahnya usia, risiko beberapa penyakit meningkat. Namun, penyakit tersebut bukan sesuatu yang harus dianggap wajar dan dibiarkan tanpa penanganan.
- Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara menetap. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.
Cara menjaga tekanan darah:
- Periksa tekanan darah secara berkala.
- Batasi konsumsi garam.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang.
- Lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.
- Minum obat sesuai anjuran dokter.
- Diabetes melitus
Diabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah meningkat akibat gangguan produksi atau kerja insulin.
Pada lansia, diabetes perlu dikelola dengan baik untuk mengurangi risiko gangguan penglihatan, ginjal, saraf, dan luka yang sulit sembuh. Lakukan pemeriksaan gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan dan jangan mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
- Penyakit jantung dan stroke
Penyakit jantung dan stroke dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, bahkan kecacatan. Waspadai nyeri dada, sesak napas mendadak, wajah mencong, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, atau gangguan bicara yang muncul tiba-tiba.
- Osteoporosis dan nyeri sendi
Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi rapuh dan lebih mudah patah. Sementara itu, gangguan sendi dapat menyebabkan nyeri serta keterbatasan gerak. Pencegahan dapat dilakukan dengan aktivitas fisik yang sesuai, asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, serta pemeriksaan apabila muncul nyeri atau gangguan gerak.
- Gangguan daya ingat
Lupa sesekali dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, apabila lansia sering tersesat di tempat yang familiar, kesulitan melakukan aktivitas yang sebelumnya dikuasai, atau mengalami perubahan perilaku yang nyata, sebaiknya dilakukan pemeriksaan. Gangguan daya ingat tidak selalu berarti demensia. Beberapa penyebab lain juga perlu dipertimbangkan dan dinilai oleh tenaga kesehatan.
3. Pentingnya Pola Makan Bergizi bagi Lansia
Nutrisi berperan penting dalam menjaga kekuatan tubuh, fungsi otot, daya tahan tubuh, dan proses pemulihan dari penyakit. Berikut beberapa panduan pola makan bagi lansia:
- Konsumsi makanan beragam dan bergizi seimbang
Usahakan menu harian mencakup sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, dan lemak sehat dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.
- Cukupi kebutuhan protein
Protein membantu mempertahankan massa dan kekuatan otot. Sumber protein antara lain ikan, telur, ayam, tahu, tempe, susu, dan kacang-kacangan.
- Perbanyak sayur dan buah
Sayuran dan buah menyediakan vitamin, mineral, serta serat yang membantu menjaga kesehatan tubuh dan pencernaan.
- Batasi garam, gula, dan lemak jenuh
Pembatasan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, terutama pada lansia yang memiliki hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung.
- Cukupi kebutuhan cairan
Lansia dapat kurang menyadari rasa haus. Biasakan minum secara teratur, kecuali jika dokter memberikan pembatasan cairan karena kondisi tertentu, misalnya gagal jantung atau penyakit ginjal.
- Perhatikan kemampuan mengunyah dan menelan
Jika lansia mengalami kesulitan mengunyah, gunakan tekstur makanan yang sesuai. Kesulitan menelan yang baru muncul atau sering tersedak perlu diperiksakan.
4. Tetap Aktif dengan Aktivitas Fisik yang Aman
Aktivitas fisik membantu menjaga kekuatan otot, keseimbangan, kesehatan jantung, serta kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari. Lansia dapat memilih aktivitas sesuai kondisi dan kemampuan, seperti:
- Berjalan kaki di lingkungan yang aman.
- Melakukan senam lansia.
- Berlatih duduk dan berdiri dengan pendampingan jika diperlukan.
- Melakukan peregangan ringan.
- Melatih keseimbangan dengan pengawasan yang sesuai.
* Melakukan pekerjaan rumah ringan.
Mulailah secara bertahap dan tingkatkan aktivitas sesuai toleransi tubuh. Gunakan alas kaki yang nyaman dan hindari permukaan licin.